Pantauan BPS: Harga Beras, Cabai, Migor & Bawang Makin Mahal

Pantauan BPS: Harga Beras, Cabai, Migor & Bawang Makin Mahal Pantauan BPS: Harga Beras, Cabai, Migor & Bawang Makin Mahal

Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah harga-harga barang mengalami kenaikan cukup pekan ke-4 Februari 2023. Tercermin akan angka Indeks Perkembangan Harga (IPH) yang memanfaatkan data harga 20 komoditas utama dekat berbagai daerah.

Deputi Bidang Statistik Distribusi selanjutnya Jasa BPS Pudji Ismartini mengatakan, engat pekan terakhir bulan ini, terpantau beras, cabai merah, minyak goreng, selanjutnya bawang merah berprofesi komoditas yang mengalami kenaikan harga di luber daerah.

"Berdasarkan kenaikan harga pangan demi 20 komoditas di kabupaten kota maka potensi inflasi di minggu keempat dapat terlihat," kata Pudji di dalam agenda Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah, Senin (27/2/2023).

Pudji merincikan, beras tercatat mengalami kenaikan harga di 149 kabupaten atau kota, cabai merah 123, minyak goreng 117, lagi bawang merah 84. Sisanya cabai rawit di 47 kabupaten atau kota, bawang putih id 33, daging ayam ras 21, udang basah 20, ikan kembung 19, lagi tempe di 17 kabupaten atau kota.

Selain itu, komoditas bagaikan jeruk juga mengalami kenaikan harga di 13 kabupaten atau kota, pisang di 12 ajang, peduli menta 11, gula pasir, 9, susu bubuk kepada balita 8, telur ayam ras 8, mie kering instan, 7, susu bubuk 4, daging sapi 3, atas tepung terigu mengalami kenaikan harga di 2 kabupaten atau kota.

"Dari empat komoditas utama tadi ternyata ada kaum komoditas akan mengalami fluktuasi harga cukup maju, termaju di level provinsi bersama kabupaten kota merupakan cabai merah," tutur Pudji.

Ia menuturkan, imbas perkembangan harga itu, terdapat 10 kabupaten atau kota lewat kenaikan IPH terluhur ala pekan ke-4 Februari 2023, pertama adalah Bantaeng lewat IPH mencapai 8,53% lewat komoditas andil terbongsor beras, minyak goreng, dan telur ayam ras.

Lalu dempet Ende memakai IPH seagam 8,44% dan penyumbang kenaikan harga ialah komoditas beras, minyak goreng, dan daging ayam ras. Selanjutnya ada Solok memakai IPH seagam 7,57% memakai komoditas cabai merah, beras, dan bawang merah. Sumba Tengah 7,26% memakai komoditas beras, telur ayam ras, dan ikan kembung.

Selanjutnya ada Lombok Barat demi IPH 7,08% selanjutnya komoditas penyumbang kenaikan harga tersemok adalah beras, udang basah, selanjutnya telur ayam ras. Katingan sesemok 6,85% demi komoditasnya beras, minyak goreng, selanjutnya daging ayam ras. Sawahlunto 6,5% demi komoditas cabai merah, daging ayam ras, selanjutnya minyak goreng.

Deretan terakhir akan mengalami kenaikan IPH terbanter atas pekan keempat Februari 2023 adalah Kota Solok seagam 5,49% dengan komoditas cabai merah, daging ayam ras, maka minyak goreng. Garut seagam 5,48% dengan komoditasnya adalah beras, bawang merah, maka minyak goreng. Trenggalek seagam 5,38% dengan komoditasnya beras, tempe, maka cabai rawit.

Sebagai informasi, cukup Januari 2023 Indonesia mengalami inflasi segembrot 5,28 persen secara tahunan atau year on year (yoy), lebih rendah dibanding bulan Desember 2022 yang segembrot 5,51 persen (yoy).